Jalan Rusak Pantai Barat Madina Dibiarkan, Tokoh Daerah Pertanyakan Keseriusan Pemprov Sumut

Jeritansuarahatirakyat.blogspot.com l Medan (Sumut) — Hampir sebulan setelah banjir melanda wilayah Pantai Barat Mandailing Natal, kerusakan ruas jalan provinsi Jembatan Merah–Simpang Gambir belum juga menunjukkan tanda-tanda penanganan nyata. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam merespons infrastruktur strategis di kawasan tersebut.



Sorotan datang dari H.Syahrir Nasution S.E,  M.M, putra daerah Batang Natal sekaligus Wakil Ketua Himpunan Keluarga Mandailing (HIKMA) Sumut. Ia menilai lambannya respons pemerintah berpotensi memperpanjang dampak sosial dan ekonomi yang ditanggung masyarakat.


“Jika infrastruktur utama dibiarkan terlalu lama, dampaknya bukan hanya pada mobilitas warga, tetapi juga pada aktivitas ekonomi daerah,” kata H.Syahrir Nasution S.E, M.M , Rabu (7/1/2026).


Menurut dia, Pantai Barat Madina merupakan pintu ekonomi utama Mandailing Natal, terutama dari sektor perkebunan swasta dan pertambangan. Sektor ini selama ini disebut menjadi salah satu penopang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten.


“Kontribusi ekonomi dari wilayah ini signifikan. Karena itu, wajar bila publik mempertanyakan mengapa akses utama justru terkesan luput dari prioritas,” ujarnya.

PEMKAB MADINA JUGA HARUS MENDORONG hal ini ke PROP SUMUT, jangan hanya “ BERDIAM DIRI PADAHAL DISEKTOR PERKEBUNAN INILAH MERUPAKAN “ LEADING SECTOR EKONOMI” yang banyak menghasilkan .


Ia menilai, kerusakan jalan tidak bisa dipandang sebagai persoalan teknis semata. Tanpa penanganan cepat, distribusi hasil perkebunan, kelancaran logistik, serta keselamatan pengguna jalan terancam terganggu.


Wakil Ketua (HIKMA) Sumut, H.Syahrir. Nasution S.E, M.M. mendorong Pemprov Sumut dan Dinas PUPR untuk menyampaikan sikap dan rencana penanganan secara terbuka kepada publik. Transparansi, kata dia, penting agar masyarakat mengetahui langkah konkret yang akan diambil pemerintah.


“Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar peninjauan, tetapi keputusan dan tindakan,” ujarnya.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemprov Sumut maupun Dinas PUPR terkait waktu dan bentuk penanganan kerusakan jalan di ruas Jembatan Merah–Simpang Gambir.

(Jasuti)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapolres Madina: Tiga Provokator Pembakaran Polsek MBG Terindikasi Narkotika

Dugaan Kuat PETI Kotanopan Rusak Aset Negara, Aparat Diminta Tangkap Pawang yang Diduga Pemilik Alat Berat

Sertu Kholis Naik Pangkat Jadi Serka, Dedikasi Babinsa Lingga Bayu Diganjar Penghargaan